Petani Pandeglang Berhasil Panen 25 Ton Benih Kedelai

 

Pandeglang – Sebanyak 25 ton Benih Kedelai hasil panen petani penangkar benih kedelai, yakni Kelompok Tani “Mekar Bakti” Desa Panimbang Kecamatan Panimbang, Minggu (29/9).
Untuk luas lahan panen 30 Ha kegiatan P3BK (Pemberdayaan Petani Penangkar Benih Kedelai) yang merupakan program Dinas Pertanian Provinsi Banten. Benih ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan jadwal tanam bulan Oktober – Desember 2019 di Kabupaten Pandeglang.
Untuk itu ketepatan Penanganan pasca panen sangat berpengaruh terhadap kualitas benih kedelai varietas grobogan ini. Agar mutu benih mencapai standar baku kedelai maka penanganan pasca yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1. Pengumpulan Dan Pengeringan
Kedelai yang telah dipanen kemudian dikumpulkan dan dikeringkan. Pengeringan kedelai dilakukan dengan tujuan mengurangi kadar air dalam kedelai. Air merupakan media tumbuh yang baik untuk bakteri, dengan kadar air yang minimal maka kedelai dapat lebih awet untuk disimpan. Selain itu, kedelai yang kering maksimal, akan lebih mudah dikeluarkan dari polongnya.
Kedelai dapat dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Agar kering maksimal, kedelai dijemur selama tiga hari. Kemudian kedelai yang dijemur harus dibalik agar keringnya merata dan mempermudah kedelai lepas dari polongnya. Untuk biji kedelai yang akan dijadikan benih, sebaiknya dijemur sampai kadar air 10 – 15% dengan waktu penjemuran terbaik pada pukul 10.00 – 12.00.
2. Penyortiran Dan Penggolongan
Penyortiran merupakan upaya untuk memisahkan kedelai yang baik dari kedelai yang cacat dan kotoran. Sementara penggolongan dilakukan dengan tujuan memisahkan kedelai berdasarkan grade mutunya. Hasil dari penyortiran dan penggolongan adalah diperoleh kedelai yang seragam berdasarkan tiap gradenya.
Sebelum disortir, biji kedelai harus dipisahkan terlebih dahulu dari kulit polongnya. Proses ini dapat dilakukan dengan memukul – mukulkan tumpukan brangkasan dengan menggunakan mesin perontok padi. Biji kedelai kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran. Lalu biji kedelai yang keriput dipisahkan agar diperoleh biji kedelai baik yang seragam. Biji yang sudah bersih kemudian dijemur lagi sampai kadar airnya 9 – 11%. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung baik untuk disimpan.
3. Penyimpanan dan Pengemasan.
Benih Kedelai yang kering dapat disimpan dalam waktu yang lama. Salah satu faktor yang berkaitan dengan penyimpanan adalah pengemasan kedelai. Kemasan yang tepat akan mampu membantu mempertahankan kualitas dan umur simpan kedelai. Kedelai umumnya disimpan dengan menggunakan karung.
Karung – karung kedelai disimpan dengan cara ditumpuk menggunakan alas kayu. Alas kayu ini bertujuan untuk menghindari kontak langsung pada lantai karena kondisi lantai yang dingin dapat meningkatkan kadar air dalam kedelai yang disimpan. Tidak kalah pentingnya untuk menandai karung – karung kedelai, agar kedelai yang telah lebih dulu simpan digunakan terlebih dahulu.

Cc: Budi S J Nasir M. Daud

Author: pertanian

2 thoughts on “Petani Pandeglang Berhasil Panen 25 Ton Benih Kedelai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *