Pembangunan Embung Pertanian Kegiatan FMSRB Kabupaten Pandeglang Berjalan Sesuai Rencana

Pandeglang- Program FMSRB Kegiatan Pekerjaan embung pertanian yang diperuntukan bagi Kelompok Tani Noval Kecamatan Juhut T.A 2019 memiliki progress yang bagus. Pengembangan Embung Pertanian merupakan pengembangan teknologi konservasi air yang sederhana, yang diharapkan dapat dibangun melalui pola swadaya petani. Embung pertanian merupakan solusi teknis pemanenan air (water harvesting) yang apabila dibangun sesuai kriteria teknis, mampu meningkatkan indeks pertanaman dan meningkatkan taraf hidup petani/kelompok tani.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Pandeglang Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian berusaha untuk membantu meningkatkan pemberdayaan P3A/kelompok dalam Pembangunan Embung Pertanian ini melalui program FMSRB-Farmland Management and Sustainable Agricultural Practices (FMSAP). Dalam pengerjaan pembangunan embung dilakukan dengan proses swakelola. Tipe swakelola diterapkan merupakan tipe 4 sesuai dengan Peraturan LKPP tentang Pedoman Swakelola yang bernomor 8 Tahun 2018, yang proses pembangunanya dikerjakan langsung oleh kelompok. Proses pencairan dana dibagi menjadi beberapa termin yang dibagi menjadi 3 termin. Dengan bimbingan dan arahan langsung dari Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Muhammad Syahrul, ST mengatakan progress pembangunan berjalan maksimal. Hasil dari monitoring rutin yang dilakukan menunjukan pembungunan embung di kelompok Tani Noval berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dari yang direncanakan.

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, yaitu Uun Junandar, SP.MM mengatakan program pembangunan embung yang berdasarkan kegiatan FMSRB di Kabupaten Pandeglang tersebar di 3 kecamatan yaitu Karang Tanjung, Kaduhejo dan Mekarjaya berjumlah 5 buah pada T.A 2019, dengan progress pengerjaan yang sesuai pada tahun ini kami merencanakan untuk melakukan pembangunan embung kembali sejumlah 7 buah pada T.A 2020 pada kegiatan FMSRB. Target luas area persawahan yang dimanfaatkan dari hasil pembangunan embung adalah 25 Ha/embung yang outputnya diharapkan sangat bermanfaat bagi petani, sebagai suplai air bagi pesawahan dan cadangan air pada saat musim kemarau.

Pembangunan embung ini terdiri dari beberapa prosedur yang dilalui sesuai peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, butuh dukungan dari kita semua,baik dari dinas, masyarakat dan kelompok tani. Sehingga diharapkan output-nya dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesehjateraan petani. (Ydh)

Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *