UPSUS SIWAB PERCEPAT PERTUMBUHAN POPULASI SAPI DAN KERBAU

UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk percepatan pertumbuhan populasi sapi potong dan kerbau dalam negeri. Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditanda tangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

Rangkaian UPSUS SIWAB meliputi kegiatan:

  1. Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) untuk mengetahui umur kebuntingan ternak dan gangguan reproduksi.
  2. Sinkronisasi/ Penyerentakkan Birahi merupakan kegiatan pengendalian estrus (birahi) yang dilakukan pada sekelompok ternak betina sehat dengan memanipulasi mekanisme hormonal, sehingga birahi pada ternak dapat terjadi pada hari yang sama atau dalam kurun 3 atau 4 hari setelah perlakuan, sehingga Inseminasi Buatan (IB) dapat dilakukan serentak.
  3. Inseminasi Buatan (IB) merupakan teknik memasukkan mani/semen ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat untuk dapat menghasilkan anak yang berkualitas super.
  4. Gangguan reproduksi yang sering dijumpai antara lain adalah hipofungsi ovary (ovarium penghasil sel telur tidak berfungsi secara normal) antara lain disebabkan karena kurang tepatnya manajemen pakan dan ternak mengalami penyakit kecacingan.

Seksi Produksi Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang melaksanakan  kegiatan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) dan Sinkronisasi Birahi ternak kerbau hari rabu, tanggal 16 Oktober 2019 dilaksanakan di Kelompok Ternak Putra Makmur Kp. Pasir picung Desa Cibarani Kecamatan Cisata.

Kerbau yang di dilakukan PKB berjumlah 9 ekor dengan rentang umur ternak 2-8 tahun. Hasil pemeriksaan kebuntingan terdapat 5 ekor kerbau yang tidak bunting,3 ekor bunting dengan variasi umur kebuntingan berbeda (1 bulan,2 bulan dan 10 bulan) dan 1 ekor terjadi gangguan reproduksi.

Penanganan ternak yang tidak bunting dilakukan pemberian vitamin dan hormon pemacu birahi. Penanganan ternak yang mengalami gangguan reproduksi dilakukan penyuntikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi, pemberian vitamin ADE untuk membantu perkembangan alat reproduksi serta pemberian obat cacing secara rutin.

Kepala bidang peternakan ibu drh. Dyah Lukitaningsih menjelaskan bahwa sosialisasi Program UPSUS SIWAB perlu dilakukan secara berkelanjutan antara lain untuk meningkatkan pemahaman para peternak sapi dan kerbau untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ternaknya. Di dalamnya perlu di sampaikan kaitan perbaikan tata laksana pemeliharaan ternak meliputi: pemilihan bibit yang baik, tata laksana perkandangan, tata laksana pakan, pencegahan danĀ  pemberantasan penyakit serta tata laksana reproduksi ternak. Hal ini dalam rangka upaya untuk mendukung pelaksanaan UPSUS SIWAB secara optimal. <Putu>

Author: pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *